Dunia Arty

My world is My rule

Menyingkap keindahan yang tersisa di PULAU LAE-LAE

Menyingkap keindahan yang tersisa di PULAU LAE-LAE

Kali ini saya mau menceritakan sedikit pengalaman di pulau yang sangat dekat dengan Makassar ini. Sudah lama tidak ke sini akhirnya ada kesempatan untuk kesini.. Pulau yang terlihat dari Pantai Losari ini salah satu objek wisata di kota Makassar, Beberapa tahun lalu hamper setiap weekend pulau ini ramai dikunjungi orang-orang yang ingin berlibur. Sekarang, karena semakin banyaknya penduduk pulau ini, orang2 pun jadi enggan untuk ke sana.
Pulau lae-lae ini sebenarnya sempat ingin dijual pada investor pada tahun 1997 oleh Pemerintah kota Makassar, tapi karena begitu banyak penolakan dari penduduk setempat akhirnya pulau ini batal di jual. Dan kini pulau inipun terabaikan, keindahan dan pesona pulau inipun semakin terkubur dengan semakin jarangnya orang yang berkunjung ke pulau ini.
Siang itu saya dan seorang teman berencana ke Pulau itu, entah kenapa sangat besar keinginan untuk ke sana sekedar melepas penat dan lelah setelah kuliah sepekan.
Begitu sampai di dermaga penyebrangan, kamipun disambut dengan seorang bapak2 yang ingin mengantarkan kami ke pulau lae-lae dengan tarif Rp. 20.000,- pulang pergi, rasanya jumlah yang cukup untuk menikmati keindahan pulau ini. Jasa penyebrangan ini juga merupakan salah satu mata pencaharian penduduk pulau lae-lae. Yang juga menarik ketika bapak separuh baya itu menawarkan jasa penyebrangan dengan juga memberikan nomor hpnya untuk dihubungi next time, wah marketing yang bagus nih,.. hehehhe

Perjalanan menuju Lae-lae dengan perahu kecil..

Dermaga di pulau lae-lae.. inilah tempat pelabuhan kecil di pulau lae-lae, disinilah biasanya penduduk setempat menunggu kapal untuk menyebrang ke Makassar.

Beberapa perahu yang ada di pulau lae-lae, kebanyakan adalah miliki penduduk setempat.

Puskesmas satu-satunya di pulau ini, disinilah masyarakat pulau lae-lae mendapatkan bantuan kesehatan..

Masjid di pulau Lae-lae, sempat terharu pas sholat ashar disini melihat antusiasnya penduduk setempat untuk pergi sholat di Masjid. Di Makassar mah jarang-jarang ada masjid yang penuh pada saat sholat dhuhur dan ashar. Semua orang sibuk dengan dunia mereka sendiri. Kecuali Masjid Kampus Politeknik negeri Ujung Pandang (hehehe masjid kampusku nih *promosi*)

Beberapa orang terlihat asyik duduk-duduk di atas perahu,

Walau terik matahari para nelayan ini masih terlihat sibuk menjala ikan teri untuk dibuat terasi.

Tumpukan batu yang menjadi daya tarik tersendiri dari pulau ini..

Bebatuan berbentuk piramida, yang tersusun rapi dan terdapat ratusan kepiting di sekitarnya. Kalau berniat menangkap kepiting boleh disini..

Anak kecil yang lagi sibuk mencari kepiting,..

Dan inilah tujuan utamaku dating kesini,.. Pantai… Pasir putih dan birunya air laut ditambah lagi birunya langit semakin memperindah… Masya Allah

Udah tidak bisa menggambarkan kekagumanku pada pantai, Indah.. Indah.. dan Indah..

Kerang

Kutuliskan namaku di pantai ini… heheheh…

Itu sedikit hasil hunting gambar di Pulau Lae-lae.. Mungkin bagi sebagian orang yang pernah berkunjung itu hal biasa.. Tapi buat mereka pencinta laut dan pemburu gambar, ini tempat yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi.. selain indahnya pantai, kehangatan penduduk setempat juga membuat kita betah untuk berkunjung ke tempat ini..

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.