Penyerangan Lapas Sleman di Cebongan sabtu 23 Maret 2013 yang lalu merupakan duka bagi Indonesia. Bagaimana tidak, Lapas yang seharusnya sangat aman karena ditempati oleh para tahanan malah bisa dibobol oleh sekelompok orang tak dikenal yang bersenjata lengkap.

Layaknya film-film Hollywood penyerangan ini sangat profesional. Bahkan menurut saksi mata di tempat kejadian prosesnya sangat cepat hanya sekitar 15 menitan.

Adegan ala Hollywood ini bermula ketika sekitar 17 orang  jam 01.00 dini hari datang ke Lapas Sleman dengan berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang, granat dan lain-lain. Mereka kemudian memaksa masuk ke dalam Lapas dengan berpura-pura dari POLDA DIY yang ingin mengambil tahanan. Tapi tidak diizinkan oleh sipir yang kemudian membuat mereka mengancam akan meledakkan gerbang Lapas dengan granat.

Setelah diizinkan masuk karena ancaman, beberapa menunggu diluar lapas sedangkan yang lainnya masuk mencari 4 tersangka yang membunuh oknum kopassus beberapa hari sebelumnya. Begitu mendapatkan ke 4 orang yang dicari, merekapun langsung membunuh ke empat tahanan tersebut seakan mengadili tindakan mereka sebelumnya.

Layaknya film Hollywood, segerombolan orang tak dikenal itu sebelum pergi tak lupa mengambil rekaman CCTV ditempat kejadian untuk menghilangkan barang bukti. Selain itu menurut beberapa saksi ada seorang yang bertindak sebagai Timekeeper karena orang tersebut selalu melihat jam selama proses eksekusi berjalan.

Melihat adegan ala Hollywood ini tentu kita tercengang, beberapa orangpun berspekulasi soal pelaku tersebut. Yang menjadi sorotan tentu anggota Kopassus karena ke 4 orang yang dibunuh adalah 4 tersangka pembunuhan anggota Kopassus.

Walau demikian Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso membantah penembakan dilakukan anggota Kopassus. Kepala Seksi Intelijen Kopassus Grup-2 Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto juga menyatakan bantahan yang sama. Mereka mengklaim pelakunya bisa jadi Terroris ataupun mafia. Kemudian muncul pertanyaan apa kepentingan jika memang mafia dan teroris pelakunya? Jika memang Teroris atau mafia pelakunya tentu bukan cuma 4 orang itu saja yang dibunuh. Dan jika memang ini kerjaan mafia, wah sungguh bahaya negeri ini karena mafia profesional sudah ada di Indonesia..

Beberapa orang menyebut ini sebagai ‘Dark justice’ sebagai cambuk buat aparat keamanan bahwa sungguh buruk kinerja mereka saat ini. Jadi judul apa yang tepat untuk adegan ini??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *