Kejadian cukup memilukan terjadi di Sumatera Utara tepatnya di Dusun Merek Raja Huta, Desa Buntu Bayu Pane, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Seorang Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan meninggal ditempat karena dikeroyok oleh warga setempat.

Kronologi kejadiannya  menurut saksi bermula ketika Kapolsek bersama ketiga orang anak buahnya datang untuk menggerebek kegiatan judi togel di desa tersebut. Ketika hendak membawa pergi tersangka judi, tiba-tiba istrinya teriak maling yang kemudian membuat warga setempat datang mengerumuni mereka dan mengeroyok mereka.

Ketiga anak buah Andar berhasil melarikan diri dari pengeroyokan itu, tapi sayang Andar tidak berhasil kabur dan menjadi bulan-bulanan warga setempat. Sebelum meninggal menurut Kapolres Simalungun AKBP Andi Syariful Taufik mengatakan bahwa ia sempat ditelepon oleh Andar yang memberitahukan bahwa mereka dikepung tapi sayangnya pada pukul 22.00 dia sudah ditemukan  tewas dijalan masuk desa dengan luka di muka dan kepala.

Komentar:

Melihat kejadian ini kita kembali bercermin tentang bagaimana hukum di Indonesia. Main hakim sendiri masih menjadi sebuah kebiasaan di masyarakat secara umum. Kejadian main hakim sendiri yang mengakibatkan kematian sudah banyak terjadi dan tak sedikit yang terjadi karena kesalahpahaman saja.

Kejadian yang menimpa AKP Andar merupakan satu dari beberapa kasus kesalah pahaman yang berujung main hakim sendiri. Jikalah kita sadar ada hukum di negeri ini maka kejadian seperti ini tidak perlu terjadi. Semoga kita bisa belajar dari kesalahan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *