Bicara soal sekitar rumah khususnya perumahan hampir selalu kita temui perkumpulan Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau biasa disingkat PKK. Begitu juga di perumahan tempat saya di perumnas antang blok 4 ada kumpulan ibu-ibu PKK yang mengadakan pertemuan setiap seminggu sekali. Hal yang berbeda di perumahan saya selain ada perkumpulan Ibu-Ibu PKK juga ada perkumpulan Bapak-bapak PKK. Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Bapak-bapak PKK begitu saya menjuluki bapak-bapak sekitar rumah saya yang selalu berkumpul di Pos ronda perumahan. Jangan bayangkan bapak-bapak PKK itu seperti Ibu-Ibu PKK pada umumnya yang berkumpul untuk arisan atau buat proyek-proyek untuk kegiatan masyarakat setempat, karena kegiatan Bapak-bapak PKK ini sangat berbeda jauh. Paronda Kerja Kartu begitu kepanjangan PKK yang saya sematkan ke kumpulan bapak-bapak disekitar rumah saya itu. Yah seperti sebutan itu perkumpulan bapak-bapak ini punya kegiatan khusus yaitu ronda. Bukan ronda seperti kebanyakan tapi ronda sambil main kartu domino. Kenapa saya menyebutnya paronda? Karena bayangin aja bapak-bapak disekitar rumah saya main kartu itu dari jam 9 biasanya sampai jam 3 pagi. Peronda kan biasanya jam merondanya sama seperti mereka itu. Apalagi kegiatannya itu setiap hari karena memang sebagian besar anggota perkumpulan itu adalah pensiunan heheh.

“Sambil menyelam minum air” kata mereka ketika suatu hari bapak saya bertanya ke mereka. Sambil main domino sekaligus jaga malam kata mereka. Mereka senang kami aman, wah hebat juga filosofi bapak-bapak ini.

Perkumpulan ini orang-orangnya tidak hanya dari warga setempat. Beberapa orang dari RT tetangga bahkan ada yang jauh-jauh dari gowa sekedar hanya untuk main domino. Tapi jangan beranggapan miring bahwa mereka berjudi dengan mempertaruhkan uang karena mereka bermain tanpa uang hanya ingin memuaskan kegemarannya bermain domino. Perkumpulan bapak-bapak ini  juga cukup terkenal dikalangan pemain domino buktinya mereka sering diundang ke acara lomba-lomba domino di Makassar.

Ada hal unik lainnya dalam perkumpulan Bapak-bapak PKK ini yaitu cara mereka memberi kode untuk berkumpul. Jadi di pos ronda dekat rumahku yang juga sebagai tempat kumpul mereka itu ada sebuah lempengan besi berbentuk tabung. Lempengan besi inilah yang selalu dipukul layaknya lonceng sekolah sebagai tanda untuk berkumpul. Tak jarang ibu-ibu sekitar rumah menyindir sambil ngomong “ Yah anak sekolah sudah masuk” hahaha. Sangat lucu memang kegiatan perkumpulan bapak-bapak ‘paronda kerja kartu’ ini.

Walaupun kegiatan sehari-hari mereka jauh berbeda dengan para ibu-ibu PKK, ada satu kesamaan diantara mereka yaitu suka bergosip. Perkumpulan bapak-bapak ini memang sangat terkenal suka bergosip, beragam isu biasanya bersumber dari bapak-bapak ini jadinya bukan lagi sambil menyelam minum air tapi sambil menyelam buka mulut -___-.

Dengan berbagai macam kegiatan dan juga kesan negatif sebagai sumber gossip, tapi masih banyak hal positif lain yang mereka lakukan. Salah satu bukti nyata adalah perbaikan pos ronda. Walaupun banyak yang mengatakan mereka memperbaiki tempat sendiri tapi setidaknya semua orang bisa menikmati pos ronda komplit ini. Mengapa saya mengatakan komplit? Yah karena pos ronda yang dulu hanya bale-bale terbuat dari kayu kini sudah memiliki TV dan WC berdiri. Jadi first Impression orang terhadap RT kami pasti sangat bagus ketika melihat pos ronda komplit ini. Selain itu pos ronda komplit berlantaikan keramik itu sering digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan 17 an jadi semua warga bisa menikmati apa yg bapak-bapak itu lakukan.

Kekompakan bapak-bapak ini juga terlihat ketika ada kegiatan warga seperti pernikahan, takziah, syukuran dan lain-lain. Mereka tidak segan ikut membantu menyiapkan tenda misalnya. Ataupun memberikan sumbangan jika ada salah satu warga yang mengalami kesulitan.

2 Replies to “BAPAK-BAPAK PKK”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *