Akhir-akhir ini ramai di Media Sosial tentang Ibu Menteri Perikanan Susi Pudjiastuti  yang ternyata bertatto, perokok dan Lulusan SMP. Banyak sekali yang menghujat dan ada juga membela Ibu menteri kita ini.

Saya setuju dengan mereka yang membela dengan mengatakan kita tidak bisa menilai orang dari pendidikan dan penampilannya saja karena bisa jadi kemampuannya lebih baik dari yang berpendidikan dan berpenampilan sopan. Tapi menurut saya pandangan itu untuk seorang rakyat biasa saja seperti saya dan yang lain bukan untuk Public Figure seperti Menteri yang bisa jadi panutan banyak orang.

Saya tidak mau peduli tentang pendidikannya yang hanya tamatan SMP, karena menurut saya kemampuan seseorang tidak bisa diukur hanya berdasarkan tingkat pendidikannya. Seorang Menteri seperti Ibu Susi seharusnya memberi contoh yang baik kepada anak-anak muda dalam segala hal. Apa yang bisa terjadi jika anak muda sekarang menjadikan Ibu menteri sebagai contoh?? Mungkin disepanjang jalan nanti kita akan melihat anak SMA yang bertatto dan merokok. Ketika dilarang tentu mereka bisa menimpali dengan mengatakan “Ibu Menteri Saja Boleh, masa kita tidak boleh?” LOL

Pilihan merokok dan bertatto tentu adalah hak beliau, kita tidak boleh mengintervensi pilihan beliau sebagai makhluk bebas, tapi disisi lain beliau seharusnya menempatkan diri dalam bertindak dan berprilaku didepan umum. Setidaknya beliau jangan merokok didepan umum apalagi ketika sedang diliput media.

Dengan sikap yang lebih baik dan kerja yang bagus, tentu orang akan lebih menghargai Ibu Susi Pudjiastuti terlepas dari semua hal yang dianggap buruk oleh orang lain

Terlepas dari itu semua, saya tetap mendoakan semoga beliau bisa menjalankan amanahnya dengan baik dan jujur. Selamat Bekerja Ibu Menteri!

2 Replies to “Rokok, Tatto, dan Ibu Menteri”

  1. kalo menelaah berita2 yg bikin rame ini
    sebenarnya beliau udah izin break wawancara karna beliau mau merokok
    beliau ngga tau kalo ketika merokok ini gambar dan cerita ini malah diangkat oleh media
    tanpa ingin membela bu susi, karena merokok itu sudah jelas salah,
    menurut saya media yang mengangkat berita (dan gambarnya) juga perlu dipertanyakan
    lha wong di pelem/sinetron aja kalo ada adegan merokok diburamkan,

    apapun itu saya sih lebih tertarik sama kisah hidup si ibu yang bisa bangkit dari bawah sampai titik sekarang.
    juga beberapa kuot dari ibu ini yang inspiratif

    salam 🙂

    1. iya Sih, tapi sebaiknya ibu susi tidak merokok di ruang publik, karena apapun kegiatannya sekarang pasti disoroti media karena sudah jadi public figure. Apalagi media-media yang kejar tayang, apapun itu bisa jadi berita.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *