Sumber foto: Google

Kemarin dunia heboh dengan berita Kantor redaksi majalah Charlie Hebdo di Paris diserang oleh orang-orang bersenjata yang kemudian menembak mati 12 orang. Sementara ini berdasarkan penyelidikan pelaku penembakan adalah beberapa orang muslim. Hal ini tentu saja mengundang reaksi kecaman dan penyesalan dari berbagai pihak.

Bicara tentang Charlie Hebdo pasti semua tidak akan lupa beberapa kartun-kartun kontroversial cenderung provokatif yang diterbitkan oleh majalah yang terkenal dengan tema satire ini. Salah satu yang cukup provokatif adalah kartun-kartun yang menampilkan Nabi Muhammad yang dalam Islam merupakan sebuah Penghinaan cukup besar. Beberapa orang menganggap Hal ini yang mendasari penyerangan di Kantor Majalah Charlie Hebdo Tersebut,.Islam dan Orang-orang Muslim kembali jadi kambing hitam dari kejadian ini

Orang Muslim pun ada pro dan kontra menanggapi berita ini.. ada yang bersyukur dan mengatakan mereka pantas mati setelah penghinaan yang dilakukan terhadap Nabi Muhammad tapi ada juga yang menentang tindakan kekerasan di kantor redaksi Charlie Hebdo tersebut.

Saya Mengutip Salah satu Fatwa Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah, [Guru Besar Universitas Al-Imam Muhammad bin Su’ud Al-Islamiyah] ketika dimintai pendapatnya tentang Hal ini.

السائل: هل يجوز اغتيال الرسام الكافر الذي عرف بوضع الرسوم المسيئة للنبي صلى الله عليه وسلم؟

الشيخ: هذا ليس طريقة سليمة الاغتيالات وهذه تزيدهم شرا وغيظا على المسلمين لكن الذي يدحرهم هو رد شبهاتهم وبيان مخازيهم وأما النصرة باليد والسلاح هذه للولي أمر المسلمين وبالجهاد في سبيل الله عز وجل نعم

Penanya: Bolehkah membunuh kartunis  yang terkenal dengan membuat kartun yang menghina Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam?

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

Ini bukanlah metode yang tepat. Ini akan menambah keburukan dan kemarahan mereka kepada kaum muslimin. Akan tetapi, cara menolak mereka adalah dengan membantah syubhatnya dan menjelaskan perbuatan mereka yang sangat memalukan tersebut. Adapun membela (Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam) dengan tangan dan senjata, maka ini hanyalah untuk para pemerintah kaum muslimin dan hanya melalui jihaad* di jalan Allah ‘Azza wa Jalla. [Akhir kutipan]

Diterjemahkan dari website Syaikh al-Fauzaan hafizhahullaah.

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah, [Guru Besar Universitas Al-Imam Muhammad bin Su’ud Al-Islamiyah] yang telah terkenal akan keilmuannya pun menentang tindakan kekerasan dan menganjurkan untuk meluruskan tindakan mereka.

Dalam Fatwa beliau juga dengan jelas menyebutkan yang berhak memberi hukuman atau membunuh adalah Pemerintah yang berwenang. Bukan orang yang mengatasnamakan Islam dan merasa benar.

Saya juga tentu tidak senang  dan sakit hati ketika Nabi Muhammad divisualkan dalam sebuah gambar apalagi digambarkan dengan hal-hal yang buruk. Walaupun kata orang itu hanya kebebasan berekspresi tapi menurut saya kebebasan berekspresi tidak seharusnya mengambil tema sensitif seperti agama. Sebagai muslim kita pantas marah, tapi apakah perlu melakukan tindakan seperti itu? Saya rasa itu tidak perlu. Masih banyak cara lain yang lain yang bisa dilakukan untuk menolak segala bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad.

Disadari atau tidak, tindakan penyerangan yang terjadi malah memunculkan IslamPhobia yang semakin besar di dunia barat yang malah dapat mengancam keselamatan saudara-saudara muslim kita yang tinggal di sana. Dan ini mulai terlihat dengan penyerangan-penyerangan yang dilakukan ke Masjid-Masjid dan Tempat berkumpulnya orang-orang muslim di Perancis. Kesyukuran kita atas meninggalnya para kartunis2 itu malah bisa jadi bumerang atau ancaman untuk saudara-saudara kita di Perancis, karena itu bisa membuktikan bahwa islam memang mengajarkan kekerasan seperti itu. Padahal tidak ada satupun agama di dunia ini yang mengajarkan kekerasan.

Rasulullah bersabda :

اِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرّفْقَ فِى اْلاَمْرِ كُلّهِ وَ يُعْطِى عَلَيْهِ مَا لاَ يُعْطَى عَلَى اْلعُنْفِ. البخارى

Sesungguhnya Allah itu lemah-lembut. Ia mencintai kelemah-lembutan dalam segala hal. Dan Dia akan memberi apa yang tidak Dia berikan kepada kekerasan. [HR. Bukhari]

اِنَّ اْلفُحْشَ وَ التَّفَحُّشَ لَيْسَ مِنَ اْلاِسْلاَمِ فِى شَيْءٍ وَ اِنَّ اَحْسَنَ النَّاسِ اِسْلاَمًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا. الترمذى

Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya. [HR. Tirmidzi]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *